ELTRIS Episode 16 Angkat Tema Glocalizing English Testing dari Perspektif Lokal Cirebon

Program Studi Tadris Bahasa Inggris, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kembali menyelenggarakan kegiatan akademik melalui ELTRIS (English Language Teaching Research Insight) Episode 16 sebagai bagian dari upaya penguatan budaya literasi ilmiah di lingkungan jurusan. Kegiatan ini mengusung tema “Glocalizing English Testing: A Story from Cirebon”, yang menyoroti pentingnya mengadaptasi sistem penilaian bahasa Inggris agar lebih selaras dengan konteks lokal. Tema tersebut menjadi relevan di tengah kebutuhan pembelajaran bahasa yang tidak hanya berorientasi global, tetapi juga berpijak pada realitas sosial budaya setempat.

ELTRIS merupakan salah satu program yang secara konsisten menghadirkan ruang diskusi akademik bagi mahasiswa dan dosen, khususnya dalam bidang English Language Teaching. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga diajak untuk melihat praktik nyata di lapangan. Episode ke-16 ini menghadirkan Muhsiyana Nurul A., M.Hum sebagai narasumber, yang merupakan dosen di Program Studi Tadris Bahasa Inggris. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa proses evaluasi bahasa Inggris seharusnya tidak bersifat seragam, melainkan mempertimbangkan latar belakang budaya, bahasa, serta kebutuhan peserta didik.

Lebih lanjut, konsep glocalizing yang diangkat dalam kegiatan ini mengacu pada integrasi antara perspektif global dan nilai-nilai lokal dalam praktik pendidikan. Dalam konteks pengujian bahasa Inggris, hal ini dapat diwujudkan melalui penyusunan materi tes yang lebih kontekstual, penggunaan topik yang dekat dengan kehidupan peserta didik, serta pendekatan penilaian yang lebih inklusif. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya mengukur kemampuan bahasa secara teknis, tetapi juga mampu mencerminkan pemahaman yang lebih bermakna.

Kegiatan ELTRIS Episode 16 dilaksanakan secara daring melalui platform YouTube dan Zoom pada Jumat, 17 April 2026 pukul 09.00 WIB. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga akademisi yang memiliki minat pada pengembangan pembelajaran bahasa Inggris. Selama kegiatan berlangsung, diskusi berjalan aktif dengan berbagai pertanyaan yang menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap topik yang diangkat.

Melalui penyelenggaraan ELTRIS, Program Studi Tadris Bahasa Inggris terus berkomitmen untuk menghadirkan ruang akademik yang terbuka, kritis, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi ilmu, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengembangkan wawasan dan kemampuan berpikir kritis. Ke depan, ELTRIS diharapkan dapat terus menjadi media inspiratif yang menjembatani antara teori dan praktik dalam dunia pendidikan bahasa Inggris, khususnya dalam konteks lokal yang kaya akan nilai budaya seperti Cirebon.

Scroll to Top