
Pre-Conference AsiaCALL 2025 turut dihadiri para distinguished speakers internasional, seperti Prof. Dr. Pham Vu Phi Ho, Professor Emeritus dari University of Canberra, Prof. Dr. Hassan Khosravi dari The University of Queensland, Professor Shameem Rafik-Galea dari SEGi University, serta Made Hery Santosa, Ph.D. Para tamu kehormatan ini menyampaikan warming speech yang menyoroti perkembangan AsiaCALL sejak 2009, termasuk tantangan akademik yang muncul akibat kemajuan AI, seperti fenomena referensi palsu dalam penelitian.

Direktur International Office sekaligus President AsiaCALL 2025, Lala Bumela Sudimantara, Ph.D., membuka acara dengan menegaskan transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dari institusi IAIN menuju universitas berorientasi global. Ia menekankan bahwa AI menjadi medium penting dalam inovasi pembelajaran bahasa, sekaligus menggambarkan Cirebon sebagai kota harmoni yang selaras dengan identitas akademik kampus.
Pre-conference ini menjadi ruang interaksi penting antara mahasiswa dan para pakar dunia. Antusiasme peserta memperkuat reputasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus progresif dengan iklim akademik yang terbuka terhadap kolaborasi internasional. Kegiatan ini sekaligus memantapkan kesiapan kampus sebagai tuan rumah AsiaCALL International Conference 2025 yang akan menghadirkan kolaborasi tradisi dan teknologi dalam satu panggung ilmiah global.